5 Mitos dan Pantangan Ini Harus Kamu Tau Sebelum Mendaki Gunung Lawu

5 Mitos dan Pantangan Ini Harus Kamu Tau Sebelum Mendaki Gunung Lawu

Gunung Lawu di Karanganyar, Jawa Tengah dikenal sebagai di antara spot pendakian kesayangan para pendaki pemula. Meskipun tingginya menjangkau 3.265 meter dari permukaan laut, medan pemanjatan ke puncak Lawu terbilang ramah untuk para pendaki, terutama untuk pendaki pemula.

Medan pemanjatan ke puncak Lawu memang ramah, tapi tidak boleh pernah memandang remeh urusan tersebut ya. Seperti pemanjatan ke gunung-gunung lainnya, anda harus tetap menjunjung tinggi adat yang berlaku. Termasuk pun menghormati mitos-mitos dan pantangan yang berlaku.

5 Mitos dan Pantangan Ini Harus Kamu Tau Sebelum Mendaki Gunung Lawu
5 Mitos dan Pantangan Ini Harus Kamu Tau Sebelum Mendaki Gunung Lawu

Nah, kali ini Poker Online Travel inginkan membagikan sejumlah mitos dan pantangan yang mesti anda tau sebelum memanjat ke Gunung Lawu. Simak baik-baik ya.

Kehadiran kupu-kupu bersinar biru menjadi tanda anda diterima dengan baik oleh penghuni Gunung Lawu.

Sebagian pendaki menyatakan pernah menyaksikan kupu-kupu hitam yang dikelilingi cahaya berwarna biru saat memanjat ke puncak Gunung Lawu. Menurut kepercayaan warga setempat, kehadiran kupu-kupu tersebut menandakan bahwa pendaki tersebut datang dengan hati yang bersih dan diterima dengan baik oleh semua penghuni gunung.

Burung jalak sang penunjuk arah akan menolong semua pendaki yang datang dengan hati yang bersih.

Burung jalak ini adalahjelmaan penunggu Gunung Lawu. Burung ini akan hadir dan menyerahkan tanda-tanda untuk mempermudah para pengunjung untuk memanjat sampai ke puncak. Kata orang-orang sekitar, jalak ini melulu akan memberi tuntunan ke semua pendaki yang datang dengan hati yang bersih.

Jangan tidak sedikit mengeluh ketika mendaki, sebab keluhanmu bakal cepat terkabul seperti suatu doa.

Apapun yang anda rasakan dalam pendakian, usahakan supaya selalu mengawal sikap dan perkataan. Sebab, apa yang anda ucapkan tersebut seperti bakal menjadi doa. Misalnya, anda mengeluh kepanasan atau kelelahan. Kamu malah akan merasa semakin panas dan semakin lelah. Jadi lebih baik simpan keluhanmu tersebut di dalam hati.

Pantangan memanjat dengan jumlah yang aneh dan larangan memanjat dengan pakaian bernuansa hijau.

Kalau berniat memanjat ke puncak Gunung Lawu, usahakan supaya tidak datang dengan jumlah yang ganjil. Konon katanya, jumlah yang aneh itu akan membawa sial. Banyak kisah yang menceritakan jumlah regu pendaki yang jadi genap bila datang dengan jumlah ganjil. Di samping itu, usahakan tidak menggunakan pakaian bernuansa hijau sebab warna hijau identik dengan hal-hal mistis di distrik Jawa Tengah.

Bukan hanya di Gunung Merbabu, mitos eksistensi pasar setan pun dikenal di Gunung Lawu.

Bukan hanya di Gunung Merbabu, mitos pasar setan pun ada di Gunung Lawu. Pasar setan merupakan gejala gaib berupa suara-suara ramai semacam di pasar yang sering dirasakan pendaki di gunung. Kata sebanyak orang, bila kamu mendengar suara-suara gaib tersebut kamu mesti memetik sehelai daun dan menjatuhkannya ke tanah.

Itulah tadi lima mitos dan pantangan yang berlaku di Gunung Lawu. Sebetulnya bila dipikir dengan akal sehat, mitos-mitos di atas lumayan rasional. Misalnya soal larangan pemakaian baju hijau. Mungkin maksudnya, warna hijau akan menciptakan pendaki tampak serupa dengan pepohonan. Kalau pendaki ini tersesat, tentu akan susah dicari.

Kamu bebas inginkan percaya atau tidak. Yang penting, saran kami siapapun yang berniat memanjat gunung wajib tambahan hati-hati dalam bersikap dan berkata. Kalau anda punya cerita menarik soal Gunung Lawu, tidak boleh lupa di-share ya supaya dapat dinikmati pembaca lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *