5 Inovasi Pemakaman Ramah Lingkungan

5 Inovasi Pemakaman Ramah Lingkungan

Meski jarang anda sadari, tiap harinya dunia tentu menghadapi kematian. Setiap jamnya, minimal ada 6.000-7.000 orang meninggal di dunia. Itu baru satu jam ya, belum sehari, sebulan, atau bahkan setahun. Proses pemakaman yang dilaksanakan berbeda-beda, terdapat yang dikubur gunakan kafan atau peti mati, terdapat yang dikremasi kemudian abunya dilemparkan ke laut, bahkan terdapat yang diawetkan.

Tapi menurut pengamatan semua ahli, proses pemakaman tradisional itu dirasakan kurang ramah lingkungan karena tidak sedikit berisi bagian atau benda yang susah terurai. Sekarang bila sejam aja terdapat ribuan pemakaman, berarti satu tahun ada jutaan benda asing ikut terkubur di dalamnya dong? Padahal benda itu dapat mengganggu ekosistem dalam tanah. Menanggapi ini, tidak sedikit orang yang mulai menawarkan pemakaman ramah lingkungan lho. Selain berfungsi buat alam, ternyata pemakaman yang eco-friendly ini dipercayai juga akan jauh lebih murah dari traditional burial. Apa aja sih alternatifnya? Simak yuk rangkuman situstaruhanbolaterpercaya inilah ini.

5 Inovasi Pemakaman Ramah Lingkungan
5 Inovasi Pemakaman Ramah Lingkungan

1. Perusahaan Italia baru aja mengenalkan konsep pemakaman organik yang mengolah batu nisan jadi pohon yang tidak dipedulikan tumbuh

Kalau sekitar ini anda terbiasa dengan kuburan berbatu nisan, mungkin anda akan tertarik dengan apa yang dilaksanakan Capsula Mundi, perusahaan asal Italia ini. Mereka menawarkan gagasan kuburan organik dengan menanam tubuh insan ke dalam kapsul biodegradable. Lalu kapsul tersebut akan dikubur bareng bibit pohon atau tanaman. Benih itulah yang nanti bakal tumbuh jadi pohon. Orang jadi tidak lagi membutuhkan batu nisan guna menandai makamnya. Di samping unik, inovasi ini dapat membantu meningkatkan jumlah pohon dan meminimalisir polusi.

2. Ada pun ilmuwan yang mencoba menciptakan “kostum” ramah lingkungan. Nantinya jenazah akan dibalut pakai kostum tersebut lalu dikubur

Nama konsep ini ialah ‘infinity burial‘. Kunci dari proses pemakaman ini terdapat pada baju yang dibalutkan ke tubuh jenazah. Baju ini diciptakan dari bahan yang gampang terurai, laksana jamur. Nantinya baju jamur tersebut akan menolong pembentukan kompos dari tubuh manusia. Kompos itulah yang bermanfaat buat menyuburkan tanah di sekitarnya. Konsep macam ini jelas akan membawa tidak sedikit manfaat jangka panjang sih, makanya namanya ‘infinity‘.

3. Kalau inginkan tetap pakai teknik umum, dapat diakali dengan menggunakan peti mati dari bahan eco-friendly, contohnya kayu daur ulang, anyaman bambu, dll

Selama ini peti mati diciptakan dari papan kayu yang diwarnai gunakan cat sarat dengan bahan kimia. Padahal bahan semacam itu dapat mencemari tanah lokasi peti mati dikuburkan. Solusi dari masalah ini sebenarnya gampang aja, yakni menciptakan peti dari bahan yang ramah lingkungan, laksana kayu daur ulang atau anyaman bambu. Di Cina, tidak sedikit orang menguburkan abu kerabatnya gunakan guci yang pun sulit diurai. Tapi kini sudah tidak sedikit perusahaan yang membuat guci biodegradable yang aman dikubur atau dihanyutkan ke danau.

4. Kain kafan pun sebenarnya dapat lho diciptakan dari bahan yang lebih ramah guna lingkungan, misalnya dari kapas, wol, atau daun pisang

Kalau di Indonesia barangkali kita lebih akrab dengan kain kafan. Sebenarnya biar lebih ramah lingkungan, anda juga dapat membuat kain kafan dari bahan-bahan alam yang dapat kembali lagi ke alam alias terurai dengan sempurna lho. Pilihannya dapat pakai kapas, wol, atau bahkan daun pisang. Tinggal gimana kreativitas orang membuatnya aja.

5. Daripada dibuang, abu yang didapatkan dari proses kremasi mungkin dapat diubah jadi perhiasan atau benda-benda yang dapat disimpan

Banyak tuntutan adat yang menciptakan orang tidak dapat lepas dari proses kremasi. Setiap terdapat kerabat yang meninggal, tubuhnya dihanguskan hingga menjadi abu. Abu tersebut ada yang disimpan, ada pun yang dihanyutkan ke laut atau danau. Daripada mengotori lingkungan, abu dapat diubah jadi perhiasan, atau benda beda yang dapat disimpan, kayak vas dan pensil. Meski begitu kremasi dengan pembakaran terbuka paling tidak dianjurkan karena dapat melepaskan polutan riskan seperti merkuri dan karbon dioksida ke atmosfer.

Diam-diam, prosesi pemakaman tradisional memang jadi ketakutan tersendiri untuk sebagian orang, ini sebab biayanya yang ingin mahal. Di Amerika, proses pemakaman dari A-Z kadang dapat menghabiskan ongkos sampai Rp72 juta! Makanya, kiat penguburan ramah lingkungan ini mulai dilirik masyarakat dunia. Karena selain berfungsi buat lingkungan, ongkos yang dikeluarkan tidak sebesar traditional burial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *