5 Alasan Perempuan di Kamerun Terpaksa Menyetrika Payudaranya

Banyak evolusi yang anda alami sekitar masa puber. Dari emosi yang mulai tidak jarang naik turun, sampai format fisik anda yang tidak banyak demi tidak banyak berubah. Terutama untuk perempuan yang pada masa tersebut mulai merasakan pertumbuhan payudara. Di samping rasa sakit yang kadang-kadang muncul, fase tersebut juga tidak jarang diwarnai perasaan risi, malu, dan belum terbiasa karena format tubuh anda yang berubah. Itu dilema lumrah yang mungkin dirasakan hampir semua wanita di dunia.

Namun realita mengenaskan yang jauh di luar kewajaran ternyata dirasakan remaja wanita di Kamerun. Seperempat atau 25% dari cewek remaja di sana mesti bertahan menghadapi rasa sakit luar biasa sebab payudaranya yang baru tumbuh tiap harinya terus disetrika oleh ibunya sendiri. Tindakan yang merupakan durjana pidana di lokasi lain, nyatanya adalahtradisi turun menurun di negara Afrika Tengah tersebut. Apa ya filosofi atau destinasi dari tradisi tersebut? Kenapa pun tradisi yang begitu menyakitkan tersebut masih terus dilestarikan sampai ketika ini? Yuk baca lebih dalam bareng agenbolaonlineterpercaya

5 Alasan Perempuan di Kamerun Terpaksa Menyetrika Payudaranya
5 Alasan Perempuan di Kamerun Terpaksa Menyetrika Payudaranya

1. Tradisi menyetrika payudara

anak wanita yang sedang tumbuh telah jadi rutinitas rutin masing-masing hari yang dilaksanakan oleh ibu di Kamerun

Kebiasaan salah seorang remaja wanita di Kamerun ini memang luar biasa. Sebelum berangkat sekolah seringkali anak-anak sarapan dahulu, tapi sehari-hari Terisia Techu berbeda. Seperti yang dikisahkan oleh dirinya ke CNN, semenjak usianya sembilan tahun, ia mesti merasakan tradisi yang menyakitkan. Ibunya bakal menyetrika payudaranya memakai kayu yang terlebih dahulu dipanaskan. Dan tradisi ini dirasakan oleh satu dari empat anak wanita di Kamerun.

2. Para ibu ini menyetrika payudara anak perempuannya dengan batu atau kayu yang dipanaskan. Mereka hendak mengurangi perkembangan payudara anaknya

Nggak melulu menggunakan batang kayu laksana yang dilaksanakan oleh ibu dari Terisia Techu, namun ada pun yang memakai batu. Baik batu ataupun kayu dipanaskan terlebih dahulu sebelum dioleskan dan ditekan ke payudara anak perempuannya yang sedang bertumbuh. Dikutip dari National Geographic, batu atau kayu panas bakal melelehkan lemak di payudara sampai-sampai akan jadi lebih kecil. Para ibu nggak hendak anak perempuannya tampak punya payudara.

3. Tujuan utamanya ialah supaya anaknya jadi tidak unik secara seksual. Biar tidak jadi korban semua predator di sana

Tapi, di samping pakai batu dan kayu, ada pun lho yang pakai teknik lain yakni memasangkan ikat pinggang ketat ke dada anak perempuannya. Saking ketatnya, dada anak perempuannya bakal kelihatan datar. Malah tersebut yang jadi tujuan semua ibu di Kamerun. Pokoknya, anaknya mesti nggak kelihatan punya payudara sampai-sampai nggak unik secara seksual bikin lawan jenisnya.

4. Di Kamerun, kekerasan seksual memang marak terjadi. Cara ini dirasakan ampuh menyamarkan bila anak perempuannya telah masuk umur matang

Tindakan tersebut nggak lepas dari kekhawatiran semua ibu terhadap anak perempuannya. Di umur anak wanita yang sudah menjangkau 8 sampai 12 tahun, mereka rentan terhadap pria di sekitarnya. Usia laksana itu dapat dibilang umur dimana anak wanita mulai matang. Hal tersebut yang hendak disamarkan semua ibu. Apalagi, di Kamerun tidak sedikit kasus kekerasan seksual yang dirasakan anak perempuan.

5. Maksudnya sih baik, semua ibu nggak inginkan anak perempuannya hamil sebelum menuntaskan sekolahnya. Tapi kan metodenya menyiksa dan menyakiti anak 🙁

Di Kamerun, di antara masalah utama ialah kehamilan di umur yang masih paling muda. Biasanya terjadi pada anak umur sekolah. Berdasarkan keterangan dari National Geographic, sejumlah 65% anak wanita nggak melanjutkan sekolah lagi sesudah hamil dan mencetuskan anaknya. Ini yang hendak dihindari semua ibu. Untuk mereka, anak wanita harus punya peluang untuk sekolah dan bekerja. Tapi teknik yang dipakai malah menganiaya anaknya. Ada lho yang terlampau panas saat disetrika sehingga payudaranya terluka dan meninggalkan bekas. Duh~

Tradisi yang mencekam ini jelas mesti dihentikan. Meskipun semua ibu di Kamerun barangkali menyetrika payudara melulu semata demi mengayomi anak-anak perempuannya, tindakan tersebut jelas termasuk durjana kemanusiaan terhadap perempuan. Semua lapisan masyarakat di negara tersebut membutuhkan revolusi edukasi seks supaya wanita muda tidak lagi di anggap sebagai target seksual melulu karena punya payudara.

5 Inovasi Pemakaman Ramah Lingkungan

Meski jarang anda sadari, tiap harinya dunia tentu menghadapi kematian. Setiap jamnya, minimal ada 6.000-7.000 orang meninggal di dunia. Itu baru satu jam ya, belum sehari, sebulan, atau bahkan setahun. Proses pemakaman yang dilaksanakan berbeda-beda, terdapat yang dikubur gunakan kafan atau peti mati, terdapat yang dikremasi kemudian abunya dilemparkan ke laut, bahkan terdapat yang diawetkan.

Tapi menurut pengamatan semua ahli, proses pemakaman tradisional itu dirasakan kurang ramah lingkungan karena tidak sedikit berisi bagian atau benda yang susah terurai. Sekarang bila sejam aja terdapat ribuan pemakaman, berarti satu tahun ada jutaan benda asing ikut terkubur di dalamnya dong? Padahal benda itu dapat mengganggu ekosistem dalam tanah. Menanggapi ini, tidak sedikit orang yang mulai menawarkan pemakaman ramah lingkungan lho. Selain berfungsi buat alam, ternyata pemakaman yang eco-friendly ini dipercayai juga akan jauh lebih murah dari traditional burial. Apa aja sih alternatifnya? Simak yuk rangkuman situstaruhanbolaterpercaya inilah ini.

5 Inovasi Pemakaman Ramah Lingkungan
5 Inovasi Pemakaman Ramah Lingkungan

1. Perusahaan Italia baru aja mengenalkan konsep pemakaman organik yang mengolah batu nisan jadi pohon yang tidak dipedulikan tumbuh

Kalau sekitar ini anda terbiasa dengan kuburan berbatu nisan, mungkin anda akan tertarik dengan apa yang dilaksanakan Capsula Mundi, perusahaan asal Italia ini. Mereka menawarkan gagasan kuburan organik dengan menanam tubuh insan ke dalam kapsul biodegradable. Lalu kapsul tersebut akan dikubur bareng bibit pohon atau tanaman. Benih itulah yang nanti bakal tumbuh jadi pohon. Orang jadi tidak lagi membutuhkan batu nisan guna menandai makamnya. Di samping unik, inovasi ini dapat membantu meningkatkan jumlah pohon dan meminimalisir polusi.

2. Ada pun ilmuwan yang mencoba menciptakan “kostum” ramah lingkungan. Nantinya jenazah akan dibalut pakai kostum tersebut lalu dikubur

Nama konsep ini ialah ‘infinity burial‘. Kunci dari proses pemakaman ini terdapat pada baju yang dibalutkan ke tubuh jenazah. Baju ini diciptakan dari bahan yang gampang terurai, laksana jamur. Nantinya baju jamur tersebut akan menolong pembentukan kompos dari tubuh manusia. Kompos itulah yang bermanfaat buat menyuburkan tanah di sekitarnya. Konsep macam ini jelas akan membawa tidak sedikit manfaat jangka panjang sih, makanya namanya ‘infinity‘.

3. Kalau inginkan tetap pakai teknik umum, dapat diakali dengan menggunakan peti mati dari bahan eco-friendly, contohnya kayu daur ulang, anyaman bambu, dll

Selama ini peti mati diciptakan dari papan kayu yang diwarnai gunakan cat sarat dengan bahan kimia. Padahal bahan semacam itu dapat mencemari tanah lokasi peti mati dikuburkan. Solusi dari masalah ini sebenarnya gampang aja, yakni menciptakan peti dari bahan yang ramah lingkungan, laksana kayu daur ulang atau anyaman bambu. Di Cina, tidak sedikit orang menguburkan abu kerabatnya gunakan guci yang pun sulit diurai. Tapi kini sudah tidak sedikit perusahaan yang membuat guci biodegradable yang aman dikubur atau dihanyutkan ke danau.

4. Kain kafan pun sebenarnya dapat lho diciptakan dari bahan yang lebih ramah guna lingkungan, misalnya dari kapas, wol, atau daun pisang

Kalau di Indonesia barangkali kita lebih akrab dengan kain kafan. Sebenarnya biar lebih ramah lingkungan, anda juga dapat membuat kain kafan dari bahan-bahan alam yang dapat kembali lagi ke alam alias terurai dengan sempurna lho. Pilihannya dapat pakai kapas, wol, atau bahkan daun pisang. Tinggal gimana kreativitas orang membuatnya aja.

5. Daripada dibuang, abu yang didapatkan dari proses kremasi mungkin dapat diubah jadi perhiasan atau benda-benda yang dapat disimpan

Banyak tuntutan adat yang menciptakan orang tidak dapat lepas dari proses kremasi. Setiap terdapat kerabat yang meninggal, tubuhnya dihanguskan hingga menjadi abu. Abu tersebut ada yang disimpan, ada pun yang dihanyutkan ke laut atau danau. Daripada mengotori lingkungan, abu dapat diubah jadi perhiasan, atau benda beda yang dapat disimpan, kayak vas dan pensil. Meski begitu kremasi dengan pembakaran terbuka paling tidak dianjurkan karena dapat melepaskan polutan riskan seperti merkuri dan karbon dioksida ke atmosfer.

Diam-diam, prosesi pemakaman tradisional memang jadi ketakutan tersendiri untuk sebagian orang, ini sebab biayanya yang ingin mahal. Di Amerika, proses pemakaman dari A-Z kadang dapat menghabiskan ongkos sampai Rp72 juta! Makanya, kiat penguburan ramah lingkungan ini mulai dilirik masyarakat dunia. Karena selain berfungsi buat lingkungan, ongkos yang dikeluarkan tidak sebesar traditional burial.

7 Tempat Berlibur Ramah Lingkungan

Berlibur memang pekerjaan yang paling menyenangkan. Saat berlibur, segala masalah dan beban hidup rasanya terlepas dan dapat disingkirkan sejenak. Namun seringkali ketika berlibur kita malah menjadi acuh dan merusak lingkungan tanpa disengaja. Padahal, ketika berlibur ternyata dapat juga loh tetap ramah lingkungan. Berikut ialah tips-tipsnya Menurut situstaruhanbolaterpercaya 

7 Tempat Berlibur Ramah Lingkungan
7 Tempat Berlibur Ramah Lingkungan

1. Sebisa mungkin tidak boleh mencetak apapun

Travellers memesan tiket transportasi atau hotel via online? Pastikan email Travellers aktif di ponsel sampai-sampai Travellers tidak butuh mencetak bukti pemesanan dengan kertas. Kalaupun darurat untuk mencetak sesuatu, usahakan memakai kertas bekas yang baru terpakai satu sisinya. Bila memungkinkan, buang kertas pakainya di tempat pengasingan kertas guna di daur ulang yang mulai terdapat di tidak sedikit gedung.

2. Bawa tempat santap dan botol minuman kemanapun

Berlibur adalahwaktu yang tepat untuk menyantap kuliner daerah. Namun terdapat kalanya anda tidak memiliki tidak sedikit waktu guna duduk bersantai merasakan makanan di restoran. Saat dikejar waktu, membalut makanan ialah pilihan tepat. Namun, sadarkah Traveller bahwa membalut makanan akan meningkatkan sampah, baik kertas, karton, plastik dan yang sangat parah, styrofoam. Maka dari itu, membawa tempat makanan akan meminimalisir sampah yang ditimbulkan. Di samping itu, membawa botol minuman akan meminimalisir sampah botol plastik dan menghemat pengeluaran Travellers.

3. Kurangi pemakaian tisu

Tisu barangkali adalahbawaan wajib ketika liburan, tetapi ada tidak sedikit cara untuk meminimalisir pemakaiannya. Travellers dapat membawa handuk kecil atau sapu tangan kemanapun. Bagi mengeringkan tangan di toilet, Travellers dapat menggunakan hand dryer.

4. Bawa kantong sampah dan reusable bag

Tidak mengejar tempat sampah tidak menjadi dalil untuk kemudian membuang sampah sembarangan. Bawalah kantong sampah kemanapun Travellers pergi guna menampung sampah sementara. Di samping itu, disarankan untuk membawa reusable bag sampai-sampai saat melakukan pembelian barang sesuatu, Travellers tidak akan meningkatkan sampah kantung plastik atau paper bag lagi.

5. Support local business

Mendukung produk lokal tidak melulu meningkatkan perekonomian di dekat tempat destinasi wisata. Dengan melakukan pembelian produk lokal, tanpa disadari Travellers pun telah memberi akibat pada lingkungan. Produk lokal seringkali bahan bakunya dipungut dari sekitar, sampai-sampai rendah jejak karbon. Di samping itu, kuliner yang bahan bakunya dipungut dari produk lokal yang segar bakal lebih irit listrik dan bersih dari proses kimia dari pembekuan dan pengawetan.

6. Hemat listrik dan air

Walaupun Travellers tidak bermukim di lokasi tinggal bukan berarti penghematan ditinggalkan. Hemat listrik dan air mesti tetap dijalankan dimanapun Travellers berada. Di penginapan, matikan ac, tv, lampu dan lainnya ketika tak terpakai. Mandi berendam di bath up memang menyenangkan, namun berendam akan menguras lebih tidak sedikit air dari shower. Gunakan kemudahan umum seperti empang renang guna berendam.

7. Jangan tinggalkan jejak kecuali foto

Kemanapun Travellers pergi, tidak boleh tinggalkan jejak kecuali foto. Jangan mencoret-coret menarik keluar tanaman lagipula merusak lingkungan. Jangan pula meninggalkan sampah di lokasi yang Travellers kunjungi.

5 Mitos dan Pantangan Ini Harus Kamu Tau Sebelum Mendaki Gunung Lawu

Gunung Lawu di Karanganyar, Jawa Tengah dikenal sebagai di antara spot pendakian kesayangan para pendaki pemula. Meskipun tingginya menjangkau 3.265 meter dari permukaan laut, medan pemanjatan ke puncak Lawu terbilang ramah untuk para pendaki, terutama untuk pendaki pemula.

Medan pemanjatan ke puncak Lawu memang ramah, tapi tidak boleh pernah memandang remeh urusan tersebut ya. Seperti pemanjatan ke gunung-gunung lainnya, anda harus tetap menjunjung tinggi adat yang berlaku. Termasuk pun menghormati mitos-mitos dan pantangan yang berlaku.

5 Mitos dan Pantangan Ini Harus Kamu Tau Sebelum Mendaki Gunung Lawu
5 Mitos dan Pantangan Ini Harus Kamu Tau Sebelum Mendaki Gunung Lawu

Nah, kali ini Poker Online Travel inginkan membagikan sejumlah mitos dan pantangan yang mesti anda tau sebelum memanjat ke Gunung Lawu. Simak baik-baik ya.

Kehadiran kupu-kupu bersinar biru menjadi tanda anda diterima dengan baik oleh penghuni Gunung Lawu.

Sebagian pendaki menyatakan pernah menyaksikan kupu-kupu hitam yang dikelilingi cahaya berwarna biru saat memanjat ke puncak Gunung Lawu. Menurut kepercayaan warga setempat, kehadiran kupu-kupu tersebut menandakan bahwa pendaki tersebut datang dengan hati yang bersih dan diterima dengan baik oleh semua penghuni gunung.

Burung jalak sang penunjuk arah akan menolong semua pendaki yang datang dengan hati yang bersih.

Burung jalak ini adalahjelmaan penunggu Gunung Lawu. Burung ini akan hadir dan menyerahkan tanda-tanda untuk mempermudah para pengunjung untuk memanjat sampai ke puncak. Kata orang-orang sekitar, jalak ini melulu akan memberi tuntunan ke semua pendaki yang datang dengan hati yang bersih.

Jangan tidak sedikit mengeluh ketika mendaki, sebab keluhanmu bakal cepat terkabul seperti suatu doa.

Apapun yang anda rasakan dalam pendakian, usahakan supaya selalu mengawal sikap dan perkataan. Sebab, apa yang anda ucapkan tersebut seperti bakal menjadi doa. Misalnya, anda mengeluh kepanasan atau kelelahan. Kamu malah akan merasa semakin panas dan semakin lelah. Jadi lebih baik simpan keluhanmu tersebut di dalam hati.

Pantangan memanjat dengan jumlah yang aneh dan larangan memanjat dengan pakaian bernuansa hijau.

Kalau berniat memanjat ke puncak Gunung Lawu, usahakan supaya tidak datang dengan jumlah yang ganjil. Konon katanya, jumlah yang aneh itu akan membawa sial. Banyak kisah yang menceritakan jumlah regu pendaki yang jadi genap bila datang dengan jumlah ganjil. Di samping itu, usahakan tidak menggunakan pakaian bernuansa hijau sebab warna hijau identik dengan hal-hal mistis di distrik Jawa Tengah.

Bukan hanya di Gunung Merbabu, mitos eksistensi pasar setan pun dikenal di Gunung Lawu.

Bukan hanya di Gunung Merbabu, mitos pasar setan pun ada di Gunung Lawu. Pasar setan merupakan gejala gaib berupa suara-suara ramai semacam di pasar yang sering dirasakan pendaki di gunung. Kata sebanyak orang, bila kamu mendengar suara-suara gaib tersebut kamu mesti memetik sehelai daun dan menjatuhkannya ke tanah.

Itulah tadi lima mitos dan pantangan yang berlaku di Gunung Lawu. Sebetulnya bila dipikir dengan akal sehat, mitos-mitos di atas lumayan rasional. Misalnya soal larangan pemakaian baju hijau. Mungkin maksudnya, warna hijau akan menciptakan pendaki tampak serupa dengan pepohonan. Kalau pendaki ini tersesat, tentu akan susah dicari.

Kamu bebas inginkan percaya atau tidak. Yang penting, saran kami siapapun yang berniat memanjat gunung wajib tambahan hati-hati dalam bersikap dan berkata. Kalau anda punya cerita menarik soal Gunung Lawu, tidak boleh lupa di-share ya supaya dapat dinikmati pembaca lainnya.